Seluruh data dan metodologi pada peta ini, KECUALI kontribusi pribadi pengelola situs (layer/komoditas yang diunggah lewat panel "Layer Saya"), bersumber dari pihak berikut:
RePPProT (Regional Physical Planning Programme for Transmigration) —
data dasar satuan lahan (landsystem): jenis tanah, kelas lereng, curah hujan, suhu, jumlah bulan basah/kering, dan bentuklahan. Hasil survei bersama Pemerintah Indonesia dan Overseas Development Administration (ODA) Inggris, dekade 1980–90an.
Kriteria kesesuaian lahan Djaenudin et al. —
metodologi klasifikasi S1/S2/S3/N (Sangat Sesuai s.d. Tidak Sesuai) yang dipakai mesin pencocokan peta ini, dari literatur ilmiah evaluasi lahan Indonesia.
Kriteria kesesuaian komoditas kehutanan (draft) —
Qomaruddin, Sukmono, & Nugraha (2018), "Analisis Kesesuaian Lahan Komoditas Kehutanan dan Perkebunan di Wilayah Kabupaten Banjarnegara", Jurnal Geodesi Undip 7(1) — dipakai untuk komoditas mahoni, kayu putih (Eucalyptus alba), dan sengon. Berstatus DRAFT, menunggu tinjauan kontributor bidang kehutanan sebelum tampil publik.
Klasifikasi bahaya erosi —
Kepmentan No. 837/1980 (standar evaluasi lahan Indonesia), konversi kelas lereng ke kelas bahaya erosi.
Klasifikasi kelembaban —
metode iklim Schmidt & Ferguson (1951), dihitung dari data bulan basah/kering RePPProT.
Klasifikasi bahaya banjir —
disusun dari deskripsi bentuklahan RePPProT sendiri (bukan sumber eksternal baru), divalidasi silang terhadap kemiringan lereng sebelum dipakai.
Sebagian nilai (mis. grup tanah, kedalaman efektif, drainase) masih berupa DRAFT dari referensi literatur umum, belum tentu hasil pengukuran lapangan — lihat catatan peringatan validitas data di panel peta.